Selesai Dibangun, Warga Jelok Adakan Tasyakuran di Jembatan Baru

Carike 17 Oktober 2020 06:16:17 WIB

Beji.patuk,- Mimpi masyarakat khususnya di Padukuhan Jelok Kalurahan Beji untuk memiliki jembatan permanen kini menjadi kenyataan setelah selama bertahun –tahun masyarakat Padukuhan Jelok hanya menggunakan jembatan gantung yang dibangun pada sekitar  tahun 1997 untuk menyeberangi sungai Oya sepanjang sekitar 90 an meter. Bahkan sebelum jembatan gantung dibangun, mereka berenang untuk menyeberangi sungai Oya yang arusnya cukup deras. Kini jembatan Jelok –Beji dengan panjang lebih dari 100 an meter dan lebar 6 meter yang menjadi penghubung antara padukuhan Jelok dengan padukuhan Beji telah berdiri kokoh dan megah. Jembatan Jelok –Beji dibangun di tahun 2020 oleh BPBD Kabupaten Gunungkidul secara permanen setelah ditahun 2017 yang lalu, jembatan gantung yang menjadi akses putus akibat banjir besar pada waktu badai Cempaka.

Kegembiraan warga masyarakat Padukuhan Jelok dengan dibangunanya jembatan baru diwujudkan dengan mengadakan tasyakuran berupa kenduri dan pengajian pada hari Minggu, 11 Oktober 2020 pukul 20.00 WIB. Selain masyarakat Jelok dan sekitarnya, kegiatan kenduri dan pengajian dihadiri oleh BPBD Kabupaten Gunungkidul, Kapanewon Patuk, Pamong Kalurahan Beji dan  Ngleri. Acara tasyakuran dimulai dengan pembukaan, sambutan oleh Ketua Panitia, kemudian sambutan dari Panewu Patuk, perwakilan Lurah Beji serta BPBD Kabupaten Gunungkidul. Setelah sambutan –sambutan acara dilanjutkan dengan kenduri dan dilanjutkan dengan pengajian oleh Ustadz Sutarjo, S.Ag ,MA dari Ngoro-oro. Ketua Panitia yaitu Bapak Kamidi Winata menjelskan bahwa kegiatan tasyakuran yang digelat diatas jembatan baru ini merupakan murni swadaya masyarakat Jelok Beji dan juga Jelok Ngleri sebagai ungkapan rasa syukur atas terbangunnya jembatan Jelok. Sementara itu, BPBD Kabupaten Gunungkidul dna juga Panewu Patuk dalam sambutanya berpesan agar dengan terbangunnya jembatan menjadikan masyarakat semakin makmur dan maju dalam perekonomian. Akses transportasi yang baik dan memadai menjadi salah satu faktor penunjang perekonomian bagi masyarakat di suatu daerah. Selain itu, mereka berpesan agar masyarakat sekita jembatan tetap menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun dengan menghabiskan anggaran miliaran tersebut.

Sementara itu pada acara inti yaitu pengajian, ustadz Sutarjo ,S.Ag, MA memberikan tausiyah selama kurang lebih satu jam. Ustadz kondang tersebut menyampaikan tentang pentingnya bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan dan bersabar atas cobaan ataupun musibah yang Allah berikan. Syukur dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan sehingga menjadikan jalan menuju taqwa. Diakhir ceramahnya, beliau mengajak semua jama’ah berdoa untuk keselamatan dunia dan akhirat.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Lokasi Beji

tampilkan dalam peta lebih besar